Sandbox

Sandbox is a multipurpose HTML5 template with various layouts which will be a great solution for your business.

Contact Info

Moonshine St. 14/05
Light City, London
info@email.com
00 (123) 456 78 90

Follow Us

CASING APIKK ( CegAH StuntING dengan Asi eksklusif melalui PendampIngan naKes dan Kader) Inovasi dari Puskesmas Gedongan Untuk Peningkatan ASI Eksklusif.

Casing Apikk ( Cegah Stunting Dengan Asi Eksklusif Melalui Pendampingan Nakes Dan Kader) Inovasi Dari Puskesmas Gedongan Untuk Peningkatan Asi Eksklusif.

Tahun 2018 data riskesdas menunjukkan bahwa 30,8% balita di Indonesia mengalami stunting, sedangkan ambang batas prevalensi stunting WHO menyatakan Indonesia termasuk kategori jumlah Sangat Tinggi (>30%).  Tahun 2019 di propinsi Jawa Timur angka prevalensi stunting sebesar 26,85%. Penelitian Ricardo dalam Bhutta tahun 2013 menyebutkan balita stunting berkontribusi terhadap 1,5 juta (15%) kematian anak balita di dunia dan menyebabkan 55 juta anak kehilangan masa hidup sehat setiap tahun. Oleh karena itu, perlu usaha bersama dalam menurunkan kasus stunting melalui program yang disusun pemerintah serta kegiatan suplementasi gizi baik dan seimbang.

Tahun 2019 di wilayah kerja Puskesmas Gedongan terdapat kejadian stunting sebanyak 69 anak. Capaian pemberian ASI Eksklusif  pada bayi baru lahir di wilayah Kerja Puskesmas Gedongan mencapai 72%. Untuk menekan kejadian stunting, perlu difahami faktor penyebab stunting. Menurut kementrian Kesehatan, stunting diakibatkan kekurangan gizi dalam waktu lama yaitu sejak janin dalam kandungan sampai awal kehidupan anak (1000 Hari Pertama Kelahiran). Penyebabnya karena rendahnya akses terhadap makanan bergizi, rendahnya asupan vitamin dan mineral, dan buruknya keragaman pangan dan sumber protein hewani. Faktor ibu dan pola asuh yang kurang baik terutama pada perilaku dan praktik pemberian makan kepada anak juga menjadi penyebab anak stunting apabila ibu tidak memberikan asupan gizi yang cukup dan baik.

Kegiatan casing apikk dilaksanakan sejak calon pengantin akan menikah hingga hamil dan melahirkan. Saat perempuan hamil, nakes melakukan pemantauan kondisi Kesehatan ibu hamil dan melakukan kegiatan kelompok ibu hamil dalam rangka meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan stunting dan tentang asi eksklusif. Program pada ibu hamil dilanjutkan dengan konseling / edukasi personal pada ibu hamil trimester 3 yaitu pemberian konseling secara pribadi dan privat pada ibu hamil trimester ketiga tentang  pemberian asi eksklusif, konseling diberikan oleh tim konselor secara integrasi yang terdiri dari bidan, perawat, gizi dan dokter. Kemudian tenaga Kesehatan beserta kader Kesehatan melakukan kunjungan rumah , komitmen ibu dan keluarga yaitu kunjungan rumah pada ibu hamil pada trimester ketiga dan setelah bayi lahir oleh petugas dan kader melakukan komitmen bersama keluarga ibu hamil dalam pemberian asi eksklusif. Pemantauan terus dilakukan hingga bayi berusia enam bulan. Pemantauan oleh kader Kesehatan dilakukan dengan menggunakan buku pantau ASI yang dipegang dan diisi oleh kader Kesehatan setiap kunjungan rumah ibu menyusui satu minggu sekali. Selanjutnya sebagai penutup dari program ini adalah dengan  pemberian sertifikat asi yang disahkan oleh kelurahan setempat yaitu setelah bayi berusia 6 bulan dan lulus dalam pemberian asi, maka akan diberi  sertifikat asi oleh kelurahan dan puskesmas sebagai bentuk penghargaan ibu pejuang ASI.

Hingga saat ini, kegiatan casing apikk tetap dilaksanakan di puskesmas gedongan sehingga masyarakat dapat ikut berpartisipasi dalam kegiatan casing apikk dalam rangka penurunan kejadian stunting sebagaimana yang telah berhasil di capai di wilayah puskesmas gedongan. 



You Might Also Like