Simulasi Edukasi Dan Bermain Bersama Dokter Gigi Melalui Dental Outing Class Pada Usia Dini (Si Bebi Loli)
Sejak
tahun 2022, Puskesmas Gedongan mencanangkan program inovasi untuk penurunan dan
pencegahan stunting melalui program si bebi loli atau Simulasi Edukasi dan Bermain Bersama Dokter
Gigi melalui Dental Outing Class pada Usia Dini.
Pada hasil survey riset
kesehatan dasar (Riskesdas) pada tahun 2018 menunjukkan bahwa dari 57,6%
penduduk yang bermasalah kesehatan gigi dan mulutnya, ternyata yang mengakses
pelayanan kesehatan gigi hanya sekitar 10,2% . Data di wilayah kerja puskesmas
gedongan menunjukkan, pada tahun 2021 jumlah kunjungan anak usia 0-6 tahun sebesar 99 anak dari total jumlah
anak usia di wilayah kerja puskesmas gedongan sejumlah 2176 anak. Hal ini
menggambarkan kurangnya kesadaran masyarakat tentang kesehatan gigi dan mulut
serta kurangnya pengetahuan masyarakat akan pentingnya memeriksakan gigi secara
rutin ke dokter gigi.
Pada tahun 2022 UPT Puskesmas Gedongan tepatnya
program kesehatan gigi dan mulut bekerja
sama dengan lintas sektor terkait untuk melaksanakan kegiatan dental outing
classs dengan sasaran anak TK dan PAUD. Kegiatan ini merupakan upaya Puskesmas
untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat akan pentingnya kesehatan gigi dan
mulut serta menjaga kesehatan gigi dan mulut anak sejak dini. Kegiatan dental
outing class juga mendorong orang tua, guru sekolah dan kader kesehatan untuk
terlibat aktif dalam upaya peningkatan kesehatan gigi dan mulut pada anak,
mengingat masih tingginya angka karies pada anak dan kurangnya kesadaran untuk
memeriksakan kesehatan gigi dan mulut ke puskesmas yang berdampak pada tumbuh
kembang anak. Selain itu, kegiatan dental outing class juga mendukung program
pemerintah Indonesia Bebas Karies 2030.
Melihat pada tahun 2021 di
wilayah kerja UPT Puskesmas Gedongan jumlah kunjungan anak usia 0-6 tahun hanya
99 anak dari total 1063 anak, puskesmas gedongan berinisiatif untuk melakukan
survey terhadap orang tua wali murid PAUD/TK yang hasilnya menunjukkan bahwa
78% anak takut berkunjung ke poli gigi untuk melakukan pemeriksaan/pengobatan
gigi, sedangkan jumlah anak dengan
karies mencapai 337 anak dari jumlah total 600 anak Paud/TK di wilayah puskesmas
Gedongan. Hal ini menjadi ide dari berdirinya inovasi SI BEBI LOLI SImulasi
edukasI dan BErmain Bersama dokter gigI melalui dentaL Outing cLass pada usia
dinI di tahun selanjutya
Si Bebi Loli ini luar
biasa, karena memberikan manfaat bagi masyarakat melalui kegiatan outing class/
rekreasi ke poli gigi yang dikemas secara menarik dan menyenangkan bagi
anak-anak. Kegiatan ini diperlukan bagi anak anak, terutama pada anak yang
mengalami karies dan anak yang takut untuk berkunjung ke poli gigi. Dengan
kegiatan outing class yang meliputi Telling story ,Dentist room tour, Fun
Games, sikat gigi bersama, Mewarnai dan pemeriksaan gigi, berkunjung ke poli gigi menjadi lebih
menyenangkan.
Inovasi SI BEBI LOLI ini
terbukti dapat mempengaruhi pola
berpikir anak-anak yang dulunya takut ke dokter gigi menjadi tidak takut lagi
untuk berkunjung melakukan pemeriksaan/pengobatan gigi, dengan memberdayakan
peran guru dan kader serta komitmen dan dukungan orang tua untuk meningkatkan
kesadaran akan pentingnya kesehatan gigi dan mulut sejak dini, menurunkan angka
karies pada anak, serta sebagai upaya dalam pencegahan stunting sejak dini.
Selain itu, dengan adanya inovasi ini juga dapat membantu Puskesmas dalam
mencapai target kinerja baik dalam bidang Kesehatan gigi dan mulut, Poli Gigi
yaitu pelayanan PAUD/TK yang mendapatkan penyuluhan atau pemeriksaan gigi dan
mulut.
“Harapan kami, seluruh
orang tua juga memiliki kepedulian untuk pencegahan terjadi stunting dan
terjadinya komplikasi akibat kerusakan gigi yang dimulai sejak usia
prasekolah,” ujar dokter gigi tria.