Sandbox

Sandbox is a multipurpose HTML5 template with various layouts which will be a great solution for your business.

Contact Info

Moonshine St. 14/05
Light City, London
info@email.com
00 (123) 456 78 90

Follow Us

Simulasi Edukasi Dan Bermain Bersama Dokter Gigi Melalui Dental Outing Class Pada Usia Dini (Si bebi Loli)

Simulasi Edukasi Dan Bermain Bersama Dokter Gigi Melalui Dental Outing Class Pada Usia Dini (Si Bebi Loli)

Sejak tahun 2022, Puskesmas Gedongan mencanangkan program inovasi untuk penurunan dan pencegahan stunting melalui program si bebi loli atau Simulasi Edukasi dan Bermain Bersama Dokter Gigi melalui Dental Outing Class pada Usia Dini.

Pada hasil survey riset kesehatan dasar (Riskesdas) pada tahun 2018 menunjukkan bahwa dari 57,6% penduduk yang bermasalah kesehatan gigi dan mulutnya, ternyata yang mengakses pelayanan kesehatan gigi hanya sekitar 10,2% . Data di wilayah kerja puskesmas gedongan menunjukkan, pada tahun 2021 jumlah kunjungan anak usia  0-6 tahun sebesar 99 anak dari total jumlah anak usia di wilayah kerja puskesmas gedongan sejumlah 2176 anak. Hal ini menggambarkan kurangnya kesadaran masyarakat tentang kesehatan gigi dan mulut serta kurangnya pengetahuan masyarakat akan pentingnya memeriksakan gigi secara rutin ke dokter gigi.

                  Pada tahun 2022 UPT Puskesmas Gedongan tepatnya program kesehatan gigi dan mulut  bekerja sama dengan lintas sektor terkait untuk melaksanakan kegiatan dental outing classs dengan sasaran anak TK dan PAUD. Kegiatan ini merupakan upaya Puskesmas untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat akan pentingnya kesehatan gigi dan mulut serta menjaga kesehatan gigi dan mulut anak sejak dini. Kegiatan dental outing class juga mendorong orang tua, guru sekolah dan kader kesehatan untuk terlibat aktif dalam upaya peningkatan kesehatan gigi dan mulut pada anak, mengingat masih tingginya angka karies pada anak dan kurangnya kesadaran untuk memeriksakan kesehatan gigi dan mulut ke puskesmas yang berdampak pada tumbuh kembang anak. Selain itu, kegiatan dental outing class juga mendukung program pemerintah Indonesia Bebas Karies 2030.

Melihat pada tahun 2021 di wilayah kerja UPT Puskesmas Gedongan jumlah kunjungan anak usia 0-6 tahun hanya 99 anak dari total 1063 anak, puskesmas gedongan berinisiatif untuk melakukan survey terhadap orang tua wali murid PAUD/TK yang hasilnya menunjukkan bahwa 78% anak takut berkunjung ke poli gigi untuk melakukan pemeriksaan/pengobatan gigi,  sedangkan jumlah anak dengan karies mencapai 337 anak dari jumlah total 600 anak Paud/TK di wilayah puskesmas Gedongan. Hal ini menjadi ide dari berdirinya inovasi SI BEBI LOLI SImulasi edukasI dan BErmain Bersama dokter gigI melalui dentaL Outing cLass pada usia dinI di tahun selanjutya

Si Bebi Loli ini luar biasa, karena memberikan manfaat bagi masyarakat melalui kegiatan outing class/ rekreasi ke poli gigi yang dikemas secara menarik dan menyenangkan bagi anak-anak. Kegiatan ini diperlukan bagi anak anak, terutama pada anak yang mengalami karies dan anak yang takut untuk berkunjung ke poli gigi. Dengan kegiatan outing class yang meliputi Telling story ,Dentist room tour, Fun Games, sikat gigi bersama, Mewarnai dan pemeriksaan gigi,  berkunjung ke poli gigi menjadi lebih menyenangkan.

Inovasi SI BEBI LOLI ini terbukti dapat mempengaruhi  pola berpikir anak-anak yang dulunya takut ke dokter gigi menjadi tidak takut lagi untuk berkunjung melakukan pemeriksaan/pengobatan gigi, dengan memberdayakan peran guru dan kader serta komitmen dan dukungan orang tua untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan gigi dan mulut sejak dini, menurunkan angka karies pada anak, serta sebagai upaya dalam pencegahan stunting sejak dini. Selain itu, dengan adanya inovasi ini juga dapat membantu Puskesmas dalam mencapai target kinerja baik dalam bidang Kesehatan gigi dan mulut, Poli Gigi yaitu pelayanan PAUD/TK yang mendapatkan penyuluhan atau pemeriksaan gigi dan mulut.

“Harapan kami, seluruh orang tua juga memiliki kepedulian untuk pencegahan terjadi stunting dan terjadinya komplikasi akibat kerusakan gigi yang dimulai sejak usia prasekolah,” ujar dokter gigi tria.



You Might Also Like