Tebu Lik Ita ( Temukan Ibu Hamil Milik Kita) Inovasi Dari Puskesmas Gedongan Pemberian Kartu Bpjs Untuk Bayi Baru Lahir
Tebu
lik ita ( temukan ibu hamil milik kita) merupakan inovasi yang dicetuskan oleh
puskesmas gedongan sebagai jawaban dari permintaan masyarakat yang tidak dapat
mengurus bpjs untuk anak setelah melahirkan. Dengan adanya inovasi ini, bayi
baru lahir difasiltasi oleh puskesmas gedongan untuk pengurusan BPJS bayi baru
lahir.
Tebu
lik ita juga membantu masyarakat yang belum memeriksakan kehamilannya dapat
dibantu oleh puskesmas. Inovasi ini dadasari atas masih tingginya angka kamatian
ibu yang disebabkan kurang terkontrolnya kondisi kehamilan ibu. Berdasarkan
data Kementerian Kesehatan, jumlah kematian ibu mencapai 4.627 jiwa pada 2020.
Angka tersebut meningkat 10,25% dibandingkan dengan tahun sebelumnya hanya
4.197 jiwa. Penyebab kematian ibu pada tahun lalu, antara lain diakibatkan oleh
pendarahan (28,29%), hipertensi (23%), dan gangguan sistem peredaran darah
(4,94%). Jumlah kematian ibu di Jawa Barat tercatat paling banyak, diikuti
Propinsi Jawa Timur pada urutan kedua dengan jumlah kematian ibu mencapai 565
jiwa dengan jumlah bayi lahir hidup sebanyak 562.006 jiwa. Di kota Mojokerto,
pada tahun 2021 ditemukan kematian ibu sebanyak 11 kasus dengan berbagai
penyebab
Dalam
kegiatan tebu lik ita, bidan wilayah akan berkeliling ke lingkungan masyarakat,
tempat umum serta jejaring fasyankes untuk sosialisasi sehingga penemuan ibu
hamil dapat ditingkatkan. Hasil dari tebu lik ita dapat telihat dari
peningkatan jumlah ibu hamil yang datang ke puskesmas gedongan serta jumlah
bayi yang mendapat kartu JKN PBID tahun 2021 sebanyak 142 bayi dan tahun 2022
sebanyak 205 bayi.
Bidan desi yang telah
melakukan inovasi tebu lik ita dari awal pembentukan menyampaikan bahwa masih
perlu adanya dukungan dari lintas sector
agar penemuan ibu hamil dapat mencapai target 100 persen.